Susu Formula Anak

Hadapi Alergi Susu dengan Pilihan Terbaik

Susu adalah, nutrisi yang penting bagi tubuh manusia, dan tidak terkecuali bagi anak-anak. Akan tetapi, kadang kala seseorang—khususnya anak—sering mengalami alergi susu. Hal ini bisa saja mengganggu terhadap pertumbuhan metabolisme tubuh. Maka dari itu, kita perlu memperhatikan susu terbaik bagi anak.

Susu adalah minuman yang sangat diminati semua orang. Dengan kandungan nutrisi yang penting di dalamnya, susu menjadi pelengkap yang sangat tepat untuk tubuh. Minuman ini pun sekaligus menjadi penambah tenaga dan pemulih stamina. Ditambah dengan rasanya yang beragam, membuat susu semakin dinanti, di setiap situasi. Namun, di balik keistimewaannya, tidak semua orang cocok dalam mengonsumsi susu.

Selama ini disinyalir kandungan protein susu sapi yang menjadi alergi bagi tubuh, khususnya anak. Tidak semua anak bisa terbiasa dengan susu sapi. Hal itu dikarenakan oleh berbagai faktor yang ada.

Reaksi alergi susu terjadi secara berbeda-beda di tiap anak. Pada umumnya, reaksi alergi dapat muncul dengan cepat maupun lama. Mulai dari hitungan detik, hingga jam setelah mengonsumsi susu.

Beberapa contoh alergi yang dialami setelah mengonsumsi susu sapi yakni, gatal-gatal pada anggota tubuh, muntah-muntah, batuk disertai sesak nafas, diare,  dan suhu badan meninggi.

Selain itu, alergi susu juga menyebabkan reaksi yang lebih serius, yaitu anafilaksis. Anafilaksis merupakan suatu reaksi alergi parah yang dapat menyebabkan kematian. Susu adalah jenis makanan setelah kacang yang dapat menyebabkan reaksi anafilaksis.

Anafilaksis menyebabkan saluran pernapasan menyempit dan menghambat pernapasan. Reaksi ini harus segera ditangani di rumah sakit. Beberapa gejala anafilaksis yang patut diwaspadai, yaitu:

  • Wajah memerah dan gatal-gatal pada sekujur tubuh;
  • Sesak napas;
  • Turunnya tekanan darah yang menyebabkan stress.

Sistem kekebalan tubuh

Ada hal lain yang memengaruhi terjadinya, alergi susu. Hal itu, disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh yang kurang kuat bagi sistem imun tubuh. Hal itu  menyebabkan terjadinya sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi immunoglobulin E guna menetralkan alergen tersebut. Proses ini menghasilkan pelepasan zat kimia tubuh seperti histamin yang kemudian menyebabkan munculnya gejala-gejala alergi susu tersebut.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko alergi susu pada seseorang adalah:

  • Anak-anak, karena mereka lebih rentan menderita reaksi alergi, namun biasanya akan membaik setelah sistem pencernaan berkembang seiring tumbuh dewasa;
  • Anak yang menderita dermatitis atopik;
  • Terdapat alergi terhadap makanan lain yang malah muncul setelah gejala alergi susu;
  • Adanya riwayat alergi di keluarga, misalnya rinitis alergi (hay fever) atau asma.

Penanganan alergi susu

Alergi susu biasanya akan menghilang seiring pertambahan usia anak. Namun, ada juga yang terus memiliki alergi ini hingga mereka dewasa. Penanganan alergi susu dilakukan dengan menghindari konsumsi susu, dan makanan atau minuman yang mengandung protein susu.

Menghindari konsumsi susu dan makanan olahan susu merupakan tindakan pengobatan yang terbaik. Akan tetapi, terkadang usaha ini sulit untuk dilakukan karena susu merupakan bahan makanan yang banyak digunakan di dalam makanan atau minuman. Jika tidak bisa menghindari atau ragu ketika mengonsumsi susu, tanyakan kepada dokter mengenai makanan atau minuman apa saja yang baik untuk dikonsumsi.

Penanganan alergi susu bisa dilakukan dengan pemberian obat-obatan. Antihistamin merupakan obat yang digunakan untuk meredakan gejala dari reaksi alergi dan mengurangi ketidaknyamanan saat reaksi alergi menyerang.

Pada reaksi alergi yang lebih serius, yaitu anafilaksis, penanganan dilakukan dengan memberikan suntikan adrenalin (epinephrine). Penderita anafilaksis disarankan untuk dirawat di rumah sakit demi berjaga-jaga jika terjadi reaksi alergi susulan. Pasien yang pernah mengalami reaksi anafilaksis akan dibekali dengan obat, seperti suntikan epinephrine, dan diajarkan cara menyuntiknya oleh dokter. Usaha ini bertujuan jika sewaktu-waktu serangan anafilaksis terulang kembali.

Penanganan alergi susu yang terjadi pada balita dapat dilakukan melalui cara-cara berikut ini:

  • Pemberian ASI. ASI merupakan sumber nutrisi terbaik untuk bayi, yang diberikan secara eksklusif selama 6 bulan pertama usianya, hingga beberapa tahun ke depan. Cara ini yang paling disarankan untuk menghindari Si Kecil dari bahaya alergi susu.
  • Susu kacang kedelai. Pemberian susu kedelai yang sudah difortifikasi lengkap untuk kebutuhan nutrisi bayi.
  • Susu yang mengandung zat hipoalergenik. Merupakan susu yang dihasilkan dari proses pemecahan protein susu, seperti kasien dan whey.

Semua itu bisa dilakukan dengan susu Morinaga. Susu ini memiliki kandungan susu yang cocok untuk alergi pada anak. Kunjungi di Kalbe Store.

Sumber:

Alodokter.com

Hellosehat.com

Kunjungi artikel lainnya di sini

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top